Wednesday, November 24, 2010

Sakit jiwa atau sakit hati?


Pada suatu hari,seorang lelaki mendatangi seorang sahabat yg bernama Abdullah ibnu Masu'd.Lelaki itu berkata kpd Abdullah ibnu Masu'd:"Wahai ibnu Masu'd,nasihatilah aku dgn sesuatu yg dpt meredakan kegelisahanku.Buat masa ini,jiwaku tidak tenteram, fikiranku kusut,tidurku tidak nyenyak dan seleraku hilang."

Lalu Abdullah ibnu Masu'd menjawab:"Bawalah hatimu mengunjungi tiga tmpt.Pertama; ke tmpt org membaca al-Quran tidak kira sama ada kamu ikut membacanya ataupun kamu sekadar mendengar pembacaan org lain.Kedua; kamu menghadiri majlis pengajian yg mengingatkan kamu kpd Allah.Ketiga; kamu mencari satu waktu yg sunyi,contohnya di waktu mlm dan ketika itu kamu bangun melaksanakan ibadat kpd Allah serta memohon kpdNya agar diberikan ketenangan dan kedamaian hati kpdmu.Jika slps melakukan kesemua itu jiwamu masih tidak tenteran,mintalah kpd Allah agar digantikan hatimu dgn hati yg lain krn hati yg kamu miliki skrg ini bukan hatimu."

Stlh mendengar nasihat Abdullah ibnu Masu'd,lelaki itu pun kembali ke rumahnya.Beliau terus berwuduk dan membaca al-Quran dgn penuh khusyuk.Selesai membaca al-Quran,dia mendapati jiwanya berubah menjadi tenang,fikirannya menjadi jernih dan kegelisahannya hilang sama sekali.
Wallahua'lam.

Saturday, July 3, 2010

Meluruskan Shaf Sebelum Solat Berjemaah


Nabi Muhammad Sollallahu Alaihi wa Sallam amat menitikberatkan keadaan shaf sebelum solat. Baginda akan menyuruh jamaah untuk meluruskan shaf. Perkara ini bukan dimanopoli oleh imam sahaja, tetapi berlaku juga bagi orang yang menjadi makmum.
Tentang kebiasaan Nabi Muhammad Sollallahu Alaihi wa Sallam dalam hal ini, Anas bin Malik Radiallahu Anhu berkata yang bermaksud:

“Nabi Sollallahu Alaihi wa Sallam apabila hendak takbiratul ihram, baginda menghadapkan wajahnya kepada kami seraya berkata, ‘rapatkanlah dan luruskan’. Dalam riwayat lain baginda berkata, ‘luruskanlah shaf-shaf kalian, kerana shaf yang lurus adalah sebahagian dari kesempurnaan solat’.” ( Muttafaq Alaih )

Sudah menjadi kebiasaan Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam setiap kali akn mengimami para sahabat, baginda akan menghadap ke arah mereka dan menyuruh mereka agar meluruskan, merapatkan dan merepikan shaf. Baginda tidak ingin barisan kaum muslimin berantakan dan tidak teratur. Hal ini kerana, shaf yang rapat, lurus dan tersusun rapi menunjukkan bagusnya solat mereka, kesempurnaan mereka dalam mematuhi perintah imam (Nabi), menyatukan hati-hati mereka dan menampakkan pemandangan yang indah.

Begitu pentingnya nilai kerapian shaf sehingga kadang-kadang Nabi Sollallahu Alaihi wa Sallam turun ke shaf para sahabat da meluruskan shaf mereka dengan tangan baginda. Al-Barra’ bin Azib Radiallahu Anhu menceritakan yang bermaksud :

“Rasulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam terkadang merapatkan shaf yang kosong dari satu sisi ke sisi yang lain. Baginda meluruskan dada dan bahu kami seraya berkata, ‘Janganlah kalian berselisih kerana hati kalian juga akan berselisih’. Baginda juga bersabda, ‘Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya mendoakan shaf-shaf pertama’.” ( HR. Abu Daud )

‘Janganlah kalian berselisih’, maksudnya janganlah bahu dan dada kalian saling mendahului antara satu sama lain. Dan ‘hati kalian juga akan berselisih’, bermaksud mempunyai keinginan buruk serta mengikuti hawa nafsu.

Jadi, sesuai dengan sunnah dan kebiasaan yang dilakukan Nabi, hendaklah seorang imam menyuruh makmum agar meluruskan dan merapatkan shaf sebelum memulakan solat. Makmu juga harus mengikut apa yang dikatakan imam kerana meluruskan dan merapatkan shaf adalah sunnah.

Oleh itu, sesuai dengan sunnah dan kebiasaan yang dilakukan Nabi, seorang imam haruslah menyuruh makmum agar meluruskan shafnya sebelum solat. Jika masih ada celah yang kosong imam mesti menyuruh makmum untuk mengisinya.

Tuesday, June 15, 2010

Kebijaksanaan dengan berdiam

Manusia berbicara setiap masa. Bicara yang baik akan membawa keselamatan dan kebaikan kpd manusia. Jika bicara tidak mengikut adabnya, manusia akan merana di dunia dan di akhirat. Di dunia akan dibenci oleh manusia lain manakala di akhirat bicara yang menyakiti hati org lain akan menyebabkan kita terseksa kekal abadi di dalam neraka Allah SWT.
Bagi mereka yg beriman, lidah yg dikurniakan oleh Allah itu tidak digunakan utk berbicara sesuka hati dan sia-sia. Sebaliknya digunakan utk mengeluarkan mutiara-mutiara yg berhikmah. Oleh itu, DIAM adalah benteng bagi lidah manusia drp mengucapkan perkataan yang sia-sia.

HIKMAH DIAM
1. Sebagai ibadah tanpa bersusah payah.
2. Perhiasan tanpa berhias.
3. Kehebatan tanpa kerajaan.
4. Benteng tanpa pagar.
5. Kekayan tanpa meminta maaf kpd orang.
6. Istirehat bagi kedua malaikat pencatat amal.
7. Menutupi segala aib.

Hadis2 Rasullulah mengena! i kelebihan diam yg bermaksud:
* “Barangsiapa yg banyak perkataannya, nescaya banyaklah silapnya. Barangsiapa yg banyak silapnya, nescaya banyaklah dosanya. Dan barangsiapa yg banyak dosanya, nescaya neraka lebih utama baginya”. ( RW ABU NAIM )

* “Barangsiapa yg beriman kpd Alah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yg baik atau diam”. ( RW BUKHARI & MUSLIM )

* “Barangsiapa diam maka ia terlepas dr bahaya”.( RW AT-TARMIZI )

Madah Dari Hukama:
* BANYAK DIAM TIDAK SEMESTINYA BODOH, BANYAK CAKAP TIDAK SEMESTINYA CERDIK, KRN KECERDIKAN ITU BUAH FIKIRAN, ORG CERDIK YG PENDIAM LEBIH BAIK DR ORG BODOH YG BANYAK CAKAP.

* MENASIHATI ORANG YG BERSALAH , TIDAK SALAH. YANG SALAH MEMIKIRKAN KESALAHAN ORANG..

* KALAU ORG MENGHINA KITA, BUKAN KITA TERHINA, YG SEBENARNYA ORG ITU MENGHINA DIRINYA SENDIRI.

Manusia tidak akan dapat mengalahkan syaitan kecuali dgn diam. Jalan yg terbaik ialah diam kalau kita tidak dapat bercakap! kearah perkara2 yg baik. Bicara yg baik adalah lambang hati yang baik dan bersih yang bergantung kpd kekuatan iman pada diri manusia.

Friday, May 21, 2010

Akhwat Sejati

Seorang gadis cilik bertanya pada Ayahnya
“Abi…ceritakan padaku tentang Akhwat Sejati”
Sang Ayah pun menoleh dan tersenyum seraya menjawab

Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dari
kecantikan hati yang ada dibaliknya.

Akhwat Sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tapi dilihat dari
sejauh mana Ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat Sejati bukan dilihat dari begitu banyak kebaikan yang diberikan, tetapi dari
keikhlasan Ia memberikan kebaikan itu.

Akhwat Sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dari
apa yang sering mulutnya bicarakan.

Akhwat Sejati bukan dilihat dari keahlIannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.

Sang Ayah terdIam sembari menatap putrinya
“Lantas apa lagi Abi…?”
Ketahuilah putriku….

Akhwat Sejati bukan dilihat dari keberaniannya berpakaian, tetapi dilihat dari
sejauh mana Ia berani mempertaruhkan kehormatannya.

Akhwat Sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari
kekhawatirannya yang mengundang orang jadi tergoda.

Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujIan yang Ia jalani, tetapi dilihat dari
sejauh mana Ia menghadapi ujian itu dengan Syukur.

Dan Ingatlah…!!!

Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari
sejauh mana Ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul.

Setelah itu Sang anak kembali bertanya
“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu Abi…?”
Sang Ayah memberikan sebuah buku dan berkata

“Pelajarilah mereka!!”
Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihat sebuah tulisan
“ISTRI PARA NABI”

Meski kita bukanlah salah satu dari Istri Nabi
Tapi meneladaninya adalah sebuah bentuk kecintaan kita terhadap
Allah SWT

Thursday, April 1, 2010

Antara Perempuan dan Muslimah

Perempuan

Apabila teruna memerhatikannya,
Perempuan akan membalas renungan matanya

Apapila teruna mendekati selangkah,
Perempuan datang berpuluh langkah

Apabila teruna memujuk rayu,
Perempuan lemah dalam pangkuannya

Apabila teruna memberi harapan,
Perempuan hanyut dalam angan langkah

Muslimah

Apabila teruna memandang nya,
Muslimah tunduk mengelak panah syaitan

Apabila teruna mendekati selangkah,
Muslimah berundur beribu langkah

Apabila teruna memujuk rayu,
Muslimah anggap itulah kalimah iblis

Apabila teruna menutur harapan indah,
Muslimah yakin janji-Nya lebih bahagia di sana

Kerana Muslimah mengerti dan menyedari
Akan erti maruah peribadi sejati
Yang diselaputi iman yang hakiki
Yang tidak mudah dicemari…

CINTA ADALAH…….

 Cinta adalah ketika engkau melihat kekasihmu maka engkau akan bertambah cinta kepada Sang Pencipta...
 Cinta adalah ketika engkau merasa takut melihat kekasihmu hina di mata Allah SWT.......
 Cinta adalah ketika nuranimu berontak dan bergejolak tatkala engkau ingin memiliki sesuatu yang bukan milikmu...............
 Cinta adalah ketika engkau merasa sakit melihat kekasihmu terjerat dalam kubangan lumpur dosa..........
 Cinta adalah ketika hatimu dan hati kekasihmu menyatu dalam rahmat-Nya.............
 Cinta adalah ketika rupa dan harta tak lagi memperbudak cintamu...................
 Cinta adalah ketika jiwa dan hati merdeka untuk memilih................
 Cinta adalah ketika tak ada lagi nafsu memiliki di hatimu..................
 Cinta adalah ketika engkau mengerti arti cinta yg sesungguhnya..............
 Cinta adalah ketika hati mendapat ketenangan...
 Cinta adalah ketika hati mendapat keselesaan…
 Cinta adalah ketika hatimu tak lagi ragu untuk berkata


AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH..............

I LOVE YOU BECAUSE ALLAH....................



Cinta adalah nikmat maka bersujud & bersyukurlah
Cinta adalah ujian maka berlindunglah kepada-Nya
Ya Rabb cintakanku pada hambamu yang hati,jiwa&raganya siap berkorban demi CInTA sang pemilik cinta sejati..
Allah Rabbul Izzati